Channa Pleuropthalma (Ocellated atau Orange Spotted Snakehead)

Klasifikasi

Ordo: Perciformes
Famili: Channidae

Distribusi:
Sumatera Tenggara; Cekungan Kapuas dan Barito atau Kalimantan

Habitat:
Sungai dan Mangrove

Panjang Standar Maksimum:
16 inci

Ukuran Akuarium:
2 kaki sudah cukup untuk satu spesimen, tangki yang lebih besar diperlukan jika memelihara kelompok.

Perawatan: tempat sembunyi harus disediakan karena ikan ini cukup pemalu.
Tutup yang ideal harus disediakan karena semua Channa Sp. terkenal karena kemampuannya untuk melarikan diri.

Kondisi Air:
Suhu: 22-28 ° C
pH: 6.0-7.5
Kekerasan: 36-357 ppm
https://www.seriouslyfish.com/species/channa-pleuropthalma/

Channa pleurothalma merupakan jenis ikan snakehead atau ikan gabus yang biasa di panggil Ocellated Snakehead dan Kerandang Mayang. Nama kerandang mayang merupakan penamaan daerah di kalimantan. Spesies ini hanya hidup di daerah perairan Sumatera dan Kalimantan, baik di sungai kecil maupun rawa rawa yang ada. Ikan jenis ini merupakan ikan predator bagi serangga maupun ikan ikan kecil lainnya yang artinya mereka mempunyai sistem pencernaan karnifora. Ciri khas dari ikan ini memiliki dua sampai empat dot atau lingkaran hitam di balut warna oren di badannya, hal ini merupakan bentuk pertahanan diri dari ikan ini. Predator ikan ini akan merasa terintimidasi dengan kehadiran dot yang hitam solid tersebut dan sampai saat ini masih belum ada penelitian lanjut terkait fungsi dot hitam tersebut. C.Pleurothalma memiliki bentuk kepala yang berbeda dari ikan snakehead lainnya jika di tinjau dari anatominya. Ujung kepala yang runcing dan ramping membuat ikan ini menjadi perenang yang cepat dengan mengunakan manufer yang ideal untuk melawan arus air.

Banyak para penghobis yang mengaku sulit untuk memelihara ikan satu ini, dalam kasus tertentu ikan tersebut merupakan ikan yang mempunyai tingkat stres yang tinggi. Namun jika ada artikel yang beropini ikan ini mempunyai kemampuan adaptasi yang lambat, saya tidak setuju akan hal ini, cepatnya perubahan kontras warna ketika dalam kondisi tertentu pada C.Pleurothalma merupakan bukti bahwa ikan ini mempunyai kemampuan adaptif yang tinggi. Salah satu pengalaman yang membuat saya yakin bahwa C.Pleurothalma mempunyai sifat adaptif yang tinggi adalah berawal dari kedatangan ikan ini di tank saya 14 bulan yang lalu. Setelah 22jam penuh dalam perjalanan menuju tempat tinggal saya, Tanpa menunggu lama saya masukkan C.Pleurothalma kedalam tank, lalu saya lanjutkan dengan memasukkan ikan kecil sebagai santapan mereka(C.Pleurothalma). Dan ikan – ikan kecil tersebut langsung di sambar dengan bringas. Lalu apa yang saya maksut dengan tingkat stres yang tinggi? Kita lanjut dari pengalaman saya setelah memberi makan menggunakan ikan kecil, karena saya begitu tertarik dengan pemandangan perburuan tersebut, saya mengambil smartphone dan saya dekatkan dengan tank tersebut untuk saya ambil gambar, namun secara mengejutkan predator ini melakukan hal yang terbalik dari sebelumnya mereka panik dan berhamburan secara tidak teratur. Dari hal tersebut saya bisa sedikit memahami bagaimana kebiasaan dan reaksi mereka terhadap kemungkinan ancaman bagi mereka, hingga bertahan sampai 14 bulan ini bisa mengamati mereka.

Di sini saya mencoba membagikan pengalaman saya dalam memelihara C.Pleurothalma. Hal utama yang tentu saja perlu kita perhatikan adalah tank yang cukup untuk roaming area(ruang gerak), mengingat ikan ini adalah perenang yang aktif maka roaming area sangat penting. Saya menggunakan 90cm x 30cm x 30cm untuk tiga ekor ikan berukuran 6inc, saya tambahkan arus lemah untuk
membentuk habitat perairan sungai kecil. Untuk substrate saya tambahkan pasir malang merah karena memiliki rongga sebagai tempat sembunyi bakteri baik
dan cenderung memberikan suhu yang dingin terhadap air. Saya tidak menyarankan untuk memberikan tankmate yang berbeda jenis pada ikan satu ini,
namun pada tank saya, saya memberikan tankmate berupa snegalus albinho dan Xinodontis(dengan ukuran yang sama) sebagai pembersih sisa makanan. Namun bukan berarti C.Pleurothalma merupakan ikan yang tenang, perlu diketahuin bahwasannya snakehead merupakan ikan yg memiliki sifat tempramen. Saya tidak dapat memastikan bahwa ikan ini adalah ikan teritorial seperti C.Gachua(India), C.Limbata (Indonesia)dan channa lainnya, karena keterbatasan saya dalam mengumpulkan data yang akurat melalui jurnal internasional maupun riset dari peneliti yang berfokus dalam pengamatan kebiasaan ikan ini.

Untuk Maintance, saya lakukan rutin seminggu sekali setiap akhir pekan berupa Water Change sekitar 30% dari total volum tank, selanjutnya saya berikan filtrasi hanya untuk membersihkan kotoran cukup melalui(filter hang on) dan asupan oksigen (airator) selama kurang lebih 8 jam. Kegiatan maintanance ini saya lakukan pada semua tank yang saya miliki secara bergantian. Suhu 27 – 30 merupakan suhu ideal yang saya suguhkan setiap harinya, PH air menunjukkan 6.0 – 7.0 tidak stabil namun tidak lebih dan tidak kurang dari angka tersebut.

Pentingnya vegetasi dan pencahayaan dalam memelihara ikan ini perlu di perhatikan, setidaknya berikan sedikit tanaman hijau sebagai penghasil oksigen
untuk kualitas air yang baik. Walau ikan ini menggunakan alat bantu pernapasan berupa LABYRINT, namun ikan ini juga masih mengandalkan insang sebagai alat pernapasan utama. Dari regulasi sistem pernafasan tumbuhan hijau yang menghasilkan oksigen, dapat dikatakan tumbuhan juga memiliki peran penting terhadap ekosistem di dalam tank. Menurut saya cukup mudah untuk memelihara ikan satu ini jika kita mengetahui apa yang mereka butuhkan, begitupun dengan ikan saya yang sudah bertahan cukup lama di tank milik saya.

Saya tidak mendukung penuh pernyataan berupa opini dari penghobis yang belum pernah turun langsung ke habitat ikan ini. Karena dalam hal ini kita mempunyai keterbatasan masing masing dan cara yang berbeda beda dalam memelihara C.Pleurothalma.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *